Eka Satya Putra

Eka Satya Putra adalah profesional dan akademisi dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri manufaktur serta keahlian dalam pendekatan transdisiplin, keberlanjutan, dan pengembangan organisasi. Kariernya mencakup kepemimpinan pada fungsi supply chain, procurement, produksi, kualitas, pemeliharaan, hingga manajemen perusahaan pada industri otomotif dan elektronik. Pengalaman praktis tersebut kemudian dipadukan dengan perannya sebagai Fellow di Centre for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS), IPB University, tempat ia mengembangkan pendekatan transdisiplin untuk isu keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya alam. Kekuatan khas Eka terletak pada kemampuannya melihat persoalan sebagai sebuah sistem, mempertemukan pengetahuan dan perspektif dari disiplin maupun aktor yang berbeda, kemudian menerjemahkannya menjadi pilihan, proses, dan sistem kerja yang dapat diterapkan. Pengalamannya dalam pengembangan organisasi, kepemimpinan, coaching, serta perencanaan bisnis semakin memperkuat kemampuannya menghubungkan pemikiran konseptual dengan kebutuhan implementasi.

Persoalan keberlanjutan jarang memiliki satu penyebab, satu pemilik masalah, atau satu disiplin ilmu yang mampu menyediakan seluruh jawabannya. Eka membawa Penabulu Sri Gaia cara membaca persoalan semacam ini sebagai sistem yang saling terhubung, dengan mempertemukan pengetahuan ilmiah, pengalaman praktis, kepentingan para aktor, dan realitas implementasi sebelum sebuah solusi dirumuskan. Pengalaman panjangnya di industri membuat pendekatan tersebut tidak berhenti pada integrasi perspektif, tetapi juga mempertanyakan apakah perubahan yang dirancang dapat diterjemahkan ke dalam struktur organisasi, proses kerja, rantai pasok, kapasitas manusia, dan keputusan bisnis. Bagi pemerintah, pendekatan ini berguna ketika persoalan kebijakan melintasi sektor dan kewenangan; bagi dunia usaha, ia membantu melihat keterkaitan antara keberlanjutan, organisasi, operasi, dan rantai nilai. Dengan demikian, Eka memberi Penabulu Sri Gaia cara kerja transdisiplin untuk menangani persoalan kompleks yang tidak dapat diselesaikan secara sektoral maupun melalui solusi tunggal.